Apakah Sushi Sehat?

0
576

Kalau Anda makan sushi dari restoran Jepang atau dari supermarket lokal, tidak ada alasan bahwa ini menjadi makanan utama – dan itu adalah kabar baik.

Sushi bisa menjadi opsional yang sangat sehat untuk diet Anda, terutama saat dilengkapi dengan sayuran, makanan laut kaya omega-3 seperti salmon dan tuna, dan avocado yang berguna untuk kesehatan jantung.

Manfaat kesehatan sushi bisa dengan cepat berkurang, tergantung bagaimana anda mempersiapkannya. Kurangnya manfaat kesehatan sushi terdapat pada adonan tempura dan bumbu seperti keju mayo dan krim, yang secara signifikan meningkatkan lemak dan kalori yang tidak sehat.

Misalnya, udang tempura roll drizzled dengan mayo pedas dapat mengandung lebih dari 500 kalori dan lebih dari 20 gram lemak – itu dua kali lipat kalori dan tiga kali lemak dari gulungan California yang terdapat pada kepiting.

Saus kedelai kaya sodium juga bisa menjadi perhatian; Hanya satu sendok makan kecil yang menyumbang sekitar 900 miligram sodium, atau sekitar 40% dari batas natrium yang direkomendasikan harian. Sebagai perbandingan, 10 asupan pretzel asin memiliki natrium 744 miligram. Jika Anda mengkhawatirkan sodium Anda, mintalah sodium versi rendah atau hilangkan semuanya.

Tip lain yang perlu diingat: Meskipun nasi sushi putih bisa sangat lengket, biasanya dibuat dengan gula dan garam bersama dengan cuka dan merupakan sumber karbohidrat olahan. Mintalah beras merah sebagai gantinya. Meski masih mengandung gula untuk meningkatkan rasa manis, tetapi kaya akan biji-bijian dan menawarkan dorongan serat.

Dan jika Anda hamil atau jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu, jangan mengambil resiko untuk mengonsumsi makanan laut mentah.

Intinya? Saat makan sushi, pilihlah makanan laut yang kaya dan sederhana.