Schapelle Corby : Pengedar ‘Ganja Queen’ dideportasi dari Bali

0
238

Terpidana narkoba Australia Schapelle Corby telah kembali ke Brisbane setelah sembilan tahun di penjara dan tiga tahun bersyarat di Indonesia.

Mantan terapis kecantikan tersebut ditangkap pada tahun 2004 di bandara Bali dengan 4.2kg ganja tersembunyi diperlengkapan berselancar, dan dijatuhi hukuman tahun depan.

Kasusnya mempengaruhi hubungan luar negeri antara Australia dan Indonesia dan membuat marah banyak orang Australia, dengan beberapa orang menganggap hukumannya terlalu keras.

Dia dinyatakan tidak bersalah.

Ratusan petugas polisi dikerahkan untuk membantu kepergian Corby. Saudaranya Mercedes, yang tinggal di Indonesia, melindunginya dari kamera wartawan saat mereka berjalan ke sebuah mobil.

Corby kemudian memposting video di Instagram dari media scrum yang terlihat di balik jendela berwarna kendaraan.

Dia dibawa dalam sebuah konvoi dari vila Bali-nya ke bandara, untuk mengejar penerbangan ke Brisbane.

Saat mendarat, sekitar pukul 05:00 pada hari Minggu waktu setempat (19:00 Sabtu GMT), dia dan saudara perempuannya dilaporkan membawa sebuah konvoi menunggu van.

Corby juga telah memposting gambar anjingnya di akun Instagram barunya, mengatakan bahwa dia akan merindukan mereka.

Undang-undang obat-obatan di Indonesia jauh lebih ketat daripada Australia tanpa ada perbedaan antara ganja dan obat-obatan terlarang termasuk heroin dan kokain.

Pada tahun 2015 dua orang Australia lainnya dieksekusi setelah dinyatakan bersalah melakukan penyelundupan narkoba.

Pada bulan Februari 2014, Schapelle Corby, yang merupakan tahanan luar negeri paling terkenal di Australia, dibebaskan dari penjara Kerobokan Bali, namun dia terpaksa tetap tinggal liburan di pulau  Indonesia sebagai bagian dari pembebasan bersyaratnya.

Selama tiga tahun terakhir, dia telah tinggal diam dengan pacar Indonesia-nya yang relatif tidak dikenal di pusat wisata Kuta, berenang dan jogging di pantai dengan sesekali keluar malam.

Hidup kembali ke rumah sebagai penyelundup obat terlarang di Queensland akan sangat berbeda. Di sini, Corby adalah nama rumah tangga dan, tentu dalam jangka pendek, dia akan dikejar tanpa henti oleh media.

Ketika dia ditangkap 13 tahun yang lalu dia menjadi obsesi nasional, jadi dia tetap tinggal. Pihak Australia masih terbagi dia bersalah atau saat ia terus mengklaim sebagai korban dari konspirasi yang melibatkan petugas bagasi yang menaruh lebih dari 4 kg ganja di bagasi nya.

Tidak ada perdebatan di Indonesia. Di sana, mantan terapis kecantikan ini terlihat hanya sebagai penjahat biasa.

Di Australia Corby telah menarik simpati publik saat media lokal mengikuti perjuangannya dengan penyakit jiwa di balik jeruji besi. Namun di Indonesia dia dipandang sebagai penjahat.

koreksi kepala Bali Surung Pasaribu mengatakan: “Kami akan berdoa untuk dia agar bertobat. Tuhan ingin manusia untuk kembali ke jalan yang benar..”

Hukuman Corby dipotong lima tahun setelah seruan kepada presiden Indonesia, dan dia juga menerima beberapa remisi untuk perilaku baik.

Meskipun dibebaskan dari penjara pada tahun 2014, dia tidak dapat meninggalkan Bali di bawah kondisi pembebasan bersyaratnya selama tiga tahun.

Corby adalah subyek sebuah film dokumenter 2007, “Ganja Queen”.