Sistem Anti Rudal AS Beroperasi di Korea Selatan

0
113

Militer AS mengatakan sistem pertahanan rudal Thaad yang kontroversial sekarang beroperasi di Korea Selatan.

Sistem pada misil ini dapat mencegat rudal Korea Utara meski kemampuan penuh operasionalnya masih menunggu beberapa bulan lagi.

Ketegangan meningkan di semenanjung Korea, dengan ancaman berulang dari Korea Utara dan kehadiran sekelompok kapal perang AS dan sebuah kapal selam.

Korea Utara menunjukkan reaksi marah terhadap latihan militer terakhir, menuduh AS mempertaruhkan perang nuklir.

Ketegangan bertambah sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan “merasa terhormat” untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Pekan lalu AS mengumumkan bahwa pihaknya akan mengaktifkan Thaad, yang diperkirakan tidak akan digunakan sampai akhir 2017, dalam beberapa hari.

Thaad, yang merupakan singkatan dari Terminal High Altitude Area Defense, telah dipasang di bekas lapangan golf di daerah pusat Seongju.

Banyak penduduk setempat percaya bahwa sistem ini merupakan target potensial serangan dan membahayakan kehidupan mereka yang tinggal di dekatnya.

China juga sangat menentang sistem tersebut, percaya bahwa hal tersebut mengganggu keamanan operasi militernya. Pada hari selasa, pihaknya menuntut agar penempatan Thaad dihentikan.

Beijing akan “secara tegas mengambil tindakan yang diperlukan untuk menegakkan kepentingan kita”, ujar juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang.

Namun, Mr. Geng menyambut baik saran Trump untuk bertemu Kim Jong-un, dengan mengatakan bahwa China “selalu percaya bahwa dialog dan konsultasi adalah satu-satunya cara yang realistis dan layak untuk mencapai denuklirisasi.

Ketika pengumuman penerapan Thaad dibuat tahun lalu, Korea Utara menjanjikan sebuah “tanggapan fisik”, dengan media pemerintah mengungkapkan “kesediaan tentara kita untuk melakukan serangan balasan yang kejam.”

Juru bicara pasukan AS yang ada di Korea Selatan mengatakan Thaad sekarang memiliki “kemampuan untuk mempertahankan Republik Korea”.

Namun sistem tersebut hanya memiliki “kemampuan mencegat awal”, kata seorang pejabat pertahanan AS kepada AFP. Thaad akan lebih kuat pada akhir tahun ini karena menunggu beberapa bagian dari sistem tiba.