Soda Terkait dengan Masalah Memori, Stroke dan Demensia

0
403

Orang-orang yang sering minum minuman soda, dengan gula atau tanpa itu, mungkin lebih mungkin untuk mengembangkan masalah memori dan memiliki lebih kecil volume otak, menurut dua studi terbaru. Dalam satu studi, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang minum diet soda setiap hari tiga kali lebih cenderung memiliki stroke atau mengembangkan demensia lebih dari 10 tahun daripada mereka yang tidak mengkonsumsi soda apapun.

Pada studi kedua, peneliti yang sama menyimpulkan bahwa orang yang mengkonsumsi setidaknya pada satu hari diet soda telah memperkecil volume otak daripada orang yang tidak minum setiap diet soda. Selain itu, studi yang sama bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih banyak dari dua minuman manis seperti soda atau jus buah yang belum lama memiliki lebih kecil volume otak dan fungsi memori yang buruk sebab itu mereka tidak mengkonsumsi minuman yang demikian. [7 Mitos Diet Terbesar]

Meskipun kedua penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara minuman diet atau minuman manis dan kesehatan tertentu, hasilnya tidak berarti bahwa mengonsumsi minuman seperti itu langsung menyebabkan hasil ini, kata pimpinan studi kedua penulis, Matthew P. Pase, sebuah peneliti neurologi di Boston University Sekolah Kedokteran.

Dalam studi pertama, diterbitkan dalam jurnal stroke 20 april, para peneliti mewawancarai tentang 4,300 orang, usia 45 dan lebih, tiga kali selama tujuh tahun, dan saya meminta mereka apakah mereka minum salah satu makanan atau minuman manis. Kemudian, menjelang tujuh tahun terakhir, para ilmuwan mulai untuk memantau para partisipan penelitian kesehatan untuk kasus- kasus stroke dan demensia, dan terus untuk melakukannya  10 tahun ke depan. Selama ini, 97 orang telah stroke dan 81 orang dikembangkan  demensia  termasuk 63 kasus penyakit alzheimer.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi sehari-hari diet minuman, tetapi tidak minuman manis, itu dikaitkan dengan sebuah resiko lebih tinggi stroke dan demensia lebih dari 10 tahun. Alasan di belakang temuan ini tidak jelas, tetapi penelitian sebelumnya telah terkait konsumsi diet minum dengan yang obesitas dan diabetes, yang mungkin juga dihubungkan dengan peredaran darah yang buruk, kata Pase .Masalah dengan sirkulasi turut menyumbang untuk seseorang berisiko stroke atau demensia karena otak bergantung pada sebuah pasokandarah yang berjalan dengan baik, katanya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa beralih ke diet minuman dengan harapan menghindari ekstra kalori dari minuman manis mungkin tidak menjadi ide yang baik, kata Dr. Paul Wright, ketua neurologi di Universitas Hospital di Manhasset North Shore, New York, yang tak terlibat dalam studi. Arah yang benar untuk pergi adalah untuk memiliki air biasa atau lainnya minuman yang tidak mengandung pemanis buatan, katanya kepada Live Science. [7 Anda Dapat Overdosis Pada Makanan]

Pada set kedua studi, diterbitkan pada Maret dalam Demensia & Alzheimer, para peneliti melihat scan otak dan hasil tes kognitif yang dilakukan pada sekitar 4,000 orang. Para ilmuwan juga mengajak para partisipan penelitian jika mereka dikonsumsi minuman diet atau minuman manis, dan, jika demikian, berapa banyak. Data mengungkapkan  sebuah hubungan antara kedua konsumsi diet dan minuman manis dan volume otak yang lebih kecil. Selain itu, para peneliti menemukan hubungan antara konsumsi minuman manis dan memori yang buruk. Semua hasil-hasil tersebut faktor resiko bagi penyakit alzheimer, kata para peneliti.

Seperti dengan penelitian pertama, mekanisme yang mungkin mendasari hubungan antara konsumsi minuman manis dan hasil tersebut tidak jelas, Pase mengatakan pada Live Science. Namun, penelitian sebelumnya telah menghubungkan asupan gula tinggi dengan diabetes dan tekanan darah tinggi kondisi terkait dengan sirkulasi darah akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan otak, katanya.

Artikel lebih lengkap di : http://www.livescience.com/58806-soda-linked-to-memory-problems-strokes-dementia.html