Masjid Finsbury Park: Menjadi panutan setelah sempat jadi tempat ekstremisme

0
133

Masjid Finsbury Park, London Utara, lokasi dekat penyerangan penabrakan jemaah tarawih, sempat dikenal sebagai salah satu sumber radikalisme di Inggris di akhir tahun 90-an.

Tetapi pada tahun 2014, masjid ini mendapatkan penghargaan, di antaranya Visible Quality Mark dari Community Matters, karena dipandang membuat anak muda berpaling dari ekstremisme.

“Kami membawa (anak muda) meninggalkan jalanan, keluar dari gang, dari narkoba dan dari ekstremisme,” kata pimpinan masjid itu, Mohammed Kozbar seperti dikutip The Independent.

Finsbury Park adalah masjid pertama di Inggris yang mendapatkan penghargaan bergengsi ini. Di dekat masjid ini, Darren Osborne (48 tahun) menabrakkan jemaah, menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya Senin (19/06).

Dan memang sejak tahun 2005, masjid ini ditangani orang-orang yang berusaha menciptakan zaman baru.

Situs internetnya menyebut masjid ini ingin menjadi wakil “ajaran sebenarnya Islam sebagai sumber toleransi, kerja sama dan kedamaian di antara semua orang”.

Masa lalu yang kelam

Masjid yang beralamat di 7 – 11 St. Thomas’s Road ini terkenal sebagai tempat Abu Hamza al-Masri berceramah menyebarkan kebencian.

Selain Abu Hamza yang akhirnya diputus bersalah melakukan terorisme lewat pengadilan di New York pada tahun 2014, masjid ini juga dikenal sebagai tempat yang mendukung berbagai kegiatan radikal lain.

Salah satunya adalah Richard Reid, warga Inggris yang berusaha menyerang sebuah pesawat penumpang di tahun 2001 dengan menyembunyikan bom di dalam sepatunya.

Zacarias Moussaoui, salah satu perencana serangan 9/11 di Amerika Serikat, juga diketahui mendapatkan bantuan dari masjid ini.

Abu Hamza sendiri, ulama dengan tangan dan mata palsu, dikenal selama bertahun-tahun berceramah di luar masjid itu.

Pria yang terlahir dengan nama Mustafa Kamel Mustafa tersebut juga pernah memuji para pembajak serangan 11 September 2001.

Mengapa jadi sasaran?

Karena itulah serangan yang dilakukan supir minibus Darren Osborne menimbulkan pertanyaan.

Mengapa masjid yang dibuka pada tahun 1994 dan telah berhasil mengubah diri dari pusat radikalisme menjadi panutan masyarakat, dijadikan sasaran.

Mohammed Kozbar mengatakan serangan tersebut adalah serangan terhadap “keluarga kita, kebebasan kita, martabat kita”.

Dewan Muslim Inggris (MCB) menyatakan insiden itu kemungkinan disebabkan pelaporan media yang mengaitkan masjid dengan Abu Hamza, kata wakil sekretaris jenderal MCB, Omer El-Hamdoon.

“Media menciptakan awan gelap terkait dengan masjid ini, karena mereka selalu mengacu kepada ulama yang sudah diusir, Abu Hamza, meskipun dia sudah terlibat di masjid selama lebih dua belas tahun. Awan tersebut yang ada di pikiran banyak orang yang cenderung mendukung kekerasan, mengaitkan masjid dengan kekerasan dan kebencian,” kata Omer El-Hamdoon.

Sementara itu hasil penyelidikan pemerintah menyatakan tersangka beraksi seorang diri dan tidak dikenal oleh badan keamanan.

Masjid Finsbury Park adalah salah satu yang terbesar di London dengan kapasitas 1.800 orang dan banyak dipakai warga yang berasal dari Pakistan, Bangladesh, Aljazair dan Mesir.

Sumber : bbc.com