Ukuran Tubuh Paus Menjadi Tanda Rusaknya Spesies

0
111

Ukuran paus yang menyusut pada abad ke-20 dapat membantu ilmuwan mendeteksi saat populasi satwa liar berada dalam masalah, sebuah penelitian menunjukkan.

Analisis menunjukkan bahwa ukuran tubuh rata-rata dari empat spesies paus menurun dengan cepat pada paruh kedua abad ke-20 sebagai dampak terhadap perburuan.

Namun sinyal peringatan terlihat sampai 40 tahun sebelum stok paus rusak.

Karya tersebut muncul di jurnal Nature Ecology and Evolution.

Christopher Clements, dari Universitas Zurich di Swiss, dan rekan-rekannya melihat catatan tentang berlimpahnya ikan paus dan ukuran tubuh ikan paus yang ditangkap oleh kapal penangkapan ikan paus komersial antara tahun 1900 dan 1985, setelah Global Whaling Moratorium diberlakukan.

“Kami melihat data paus biru, sirip, sei dan sperma dan menemukan penurunan ukuran tubuh yang signifikan, dengan paus sperma yang diambil pada tahun 1980an empat meter lebih pendek rata-rata dibandingkan tahun 1905,” kata Dr Clements.

Hal ini mungkin terjadi karena individu terbesar secara selektif dipindahkan dari laut melalui perburuan.

“Ini merupakan sinyal peringatan, diketahui sebagai tanda 40 tahun sebelum populasi rusak,” tambah Clements.

Pola serupa sebelumnya telah dilaporkan pada banyak populasi ikan, dan telah ditafsirkan sebagai dampak terhadap penangkapan ikan.

Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan dalam ukuran tubuh rata-rata dapat membantu memprediksi kapan populasi berisiko rusak.

“Teknik kami dapat digunakan untuk mempermudah konservasi spesies hewan lainnya. Selain itu, intervensi semacam ini memungkinkan kita untuk menghentikan kejadian seperti ini,” kata Christopher Clements.