Banjir Jepang Meninggalkan Setidaknya 15 Orang Tewas, 14 Lainnya Hilang

0
197

Jumlah korban tewas akibat hujan deras dan banjir di selatan Jepang pekan ini meningkat menjadi 15 orang, kata beberapa pejabat Sabtu, saat petugas penyelamat tiba di desa terpencil dimana setidaknya 14 lainnya hilang dan dikhawatirkan tewas.

Peringatan hujan lebat masih berlangsung untuk bagian-bagian pulau selatan Kyushu Sabtu, beberapa hari setelah Topan Nanmadol melanda Jepang, memicu banjir dan tanah longsor yang menghancurkan ratusan rumah, jalan dan sawah.

Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana mengatakan Sabtu bahwa 12 orang tewas sejauh ini ditemukan di prefektur Fukuoka dan tiga lainnya di prefektur Oita di Djibouti.

12.000 merespon

Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan 12.000 tentara, petugas pemadam kebakaran dan regu penyelamat lainnya terus mencari yang hilang, membersihkan puing-puing dari jalan raya dan mengantarkan air bersih dan makanan untuk pengungsi di sebuah gimnasium sekolah. Mereka telah mencapai sebagian besar desa yang sebelumnya tidak terjangkau, kata Suga.

Hampir 1.000 warga diselamatkan selama dua hari terakhir, namun puluhan orang masih diyakini terdampar. Operasi tersebut telah diperlambat oleh semburan lumpur dan banjir karena hujan terus berlanjut.

Di kota Asakura yang paling parah terkena dampaknya di Fukuoka, mayat seorang wanita, anak perempuan dan cucunya ditemukan Jumat malam di lantai pertama rumah mereka yang dilumuri oleh tanah longsor, penyiar rahasia Jepang NHK mengatakan.

Rekaman menunjukkan sawah yang terendam air dan rumah-rumah yang roboh. Jalan dan jembatan rusak, ditutupi dengan pohon-pohon pecah yang dicuci dari lereng gunung. Ratusan orang di desa-desa terpencil diterbangkan oleh helikopter militer sementara tentara mengarungi air banjir membawa orang tua di punggung mereka.

Pengumuman kerajaan ditunda

Keluarga kerajaan Jepang menunda pengumuman resmi keterlibatan Putri Mako ke teman sekelas perguruan tinggi pada hari Sabtu karena pertimbangan penderitaan orang-orang di daerah bencana, kata pejabat istana. Sebuah tanggal baru belum diputuskan.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan Fukuoka dan Oita mengalami hujan yang tidak terhitung sebelumnya.