Kisruh peran Rusia, Presiden Donald Trump bela putranya

0
101

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut putranya adalah sosok yang “terbuka, transparan dan tak bersalah” sehubungan dengan upaya mendapatkan informasi dari Rusia untuk membantu kemenangan Trump dalam pilpres.

Sejak kasus pertemuan antara Donald Trump Jr dengan pengacara dari Rusia, Natalia Veselnitskaya yang terjadi pada Juni 2016 menjadi berita besar belakangan ini, Presiden Trump sudah mengeluarkan pernyataan dua kali lewat Twitter.

Pertemuan disebutkan akan memberikan informasi yang dihubungkan dengan pemerintah Rusia tentang saingan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS, Hillary Clinton.

“Putra saya Donald melaksanakan tugas dengan baik tadi malam. Ia terbuka, transparan dan tak bersalah. Ini merupakan perburuan terhadap penyihir terbesar dalam sejarah politik. Menyedihkan!” demikian pernyataan Presiden Trump yang dikirim melalui layanan jejaring sosial Twitter pada Rabu (12/07).

Sehari sebelumnya, Presiden Trump menyebut putranya sebagai “orang yang berkualitas tinggi”.

Kremlin bantah

Juru bicara Kremlin. Dmitry Peskov, membantah bahwa pemerintah Rusia mempunyai hubungan dengan pengacara Natalia Veselnitskaya dan Veselnitskaya sendiri sudah mengatakan ia tidak pernah mempunyai informasi yang mungkin dapat merugikan Nyonya Clinton.

Para kritikus menuduh Trump Jr berniat berkolusi dengan Rusia dan meyakini ia mungkin melanggar undang-undang federal.

Trump Jr menegaskan pertemuan sama sekali tidak berarti apa-apa.

Pihak berwenang melakukan penyelidikan terkait dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan Amerika Serikat dengan maksud mendukung kemenangan Trump.

Sejak dipilih menjadi presiden, Trump diterpa tuduhan-tuduhan bahwa Rusia berusaha menyabotase upaya Hillary Clinton untuk menjadi presiden.

Ia menyatakan tidak mengetahui hal itu dan Rusia juga berkali-kali membantah campur tangan.

Donald Trump Jr menerima surat elektronik dari seorang penghubung, publisis musik asal Inggris Rob Goldstone, yang menjanjikan dokumen-dokumen dari Rusia yang akan merugikan Hillary Clinton.

Sumber : bbc.com