Korea Utara ‘tak sengaja ungkap’ rudal baru

0
146

Rincian mengenai dua rudal baru Korea Utara terungkap setelah kantor berita Korea Utara menampilkan foto Kim Jong-un yang sedang meninjau lembaga litbang militer.

Dalam foto-foto yang dirilis kantor berita KCNA, tampak Kim Jong-un sedang berbincang di dalam ruangan Akademi Sains Pertahanan dengan sejumlah pria berseragam militer. Posisi Kim dan para pria itu membelakangi sebuah gambar skema rudal Hwasong-13 dan Pukguksong-3.

Hwasong-13 terlihat seperti rudal balistik antarbenua yang terdiri dari tiga bagian dan berbahan bakar padat, tidak seperti rudal berbahan bakar cair Hwasong-14 yang diuji Korut pada Juli lalu.

Adapun Pukguksong-3 adalah rudal balistik berbahan bakar padat yang diluncurkan dari kapal selam. Rudal itu dirancang agar bisa menyasar target lebih jauh dari Pukguksong-1 dan Pukguksong-2 yang diuji coba pada 2016 lalu.

Sebagaimana dilaporkan KCNA, Kim Jong-un memerintahkan para ilmuwan Korut di lembaga tersebut untuk memproduksi lebih banyak bahan bakar solid untuk roket dan rudal berhulu ledak nuklir. Perintah Kim klop dengan rincian yang terpampang di dinding belakangnya.

Ini bukan pertama kalinya Korut secara ‘tak sengaja mengungkap’ rincian penting dalam latar belakang sebuah foto. Sejumlah analis menilai Korut justru sengaja memamerkan kekuatan militernya atau menyampaikan pesan kepada musuh-musuhnya dengan merilis foto-foto semacam itu.

Kepada surat kabar Korsel JoongAng Ilbo, pakar militer dari Forum Keamanan dan Pertahanan Korea, Shin Jong-woo, mengatakan Korut “punya sejarah menampilkan senjata sungguhan atau rancangan senjata melalui media pemerintah untuk memamerkan kekuatan militer ke dunia”.

Foto-foto kunjungan Kim Jong-un ke lembaga litbang pertahanan dirilis bertepatan dengan hari ketiga latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat. Sudah berulang kali Korut menyampaikan kecaman atas latihan tersebut.

Foto latar belakang

Foto-foto Kim Jong-un yang menampilkan latar belakang skema persenjataan atau rencana militer bukan sesuatu yang baru.

Dua pekan lalu, foto Kim Jong-un yang tengah merencanakan uji coba rudal balistik ke arah Pangkalan Udara Andersen milik AS di Guam juga menampilkan skema rencana strategis dan foto udara pangkalan di latar belakang.

Pesan yang ingin disampaikan Korut jelas. Pyongyang tengah memperingatkan Washington bahwa kekuatan militer AS di kawasan Asia berada dalam jangkauan rudal.

Meski demikian, surat kabar Korsel Chosun Ilbo berpandangan itu mungkin hanya ‘gertak sambal belaka’.

Koran itu mengatakan foto udara Pangkalan Andersen di Guam yang terlihat di belakang Kim Jong-un sudah berusia enam tahun dan bisa diakses melalui layanan Google Earth. Korut diyakini tidak punya fasilitas untuk memperoleh foto-foto satelit.

Selain menampilkan foto Pangkalan Udara AS, Pyongyang pernah menyuguhkan skema rencana serangan ke AS.

Pada 2013, sebulan setelah Korut menguji coba nuklir, foto Kim Jong-un yang tengah berdiskusi dengan para jenderalnya dirilis kantor berita KCNA. Di latar belakang terlihat poster besar dengan aksara bertuliskan ‘Rencana serangan ke daratan AS’ lengkap dengan target rudal ke Austin, Texas.

Foto itu tidak ditanggapi serius. Sejumlah pengguna Twitter di Texas, seperti dilaporkan harian Washington Post kala itu, justru memakai foto itu untuk bahan guyonan. Lagipula, saat itu Korut diyakini tidak memiliki kemampuan teknis untuk melaksanakan rencana serangan tersebut.

Yang tidak ditampilkan Korut

Ketika Korut ‘secara tidak sengaja’ merilis foto-foto Kim Jong-un dengan latar belakang skema militer, analis menilai Korut justru sengaja ketika tidak menampilkan beberapa elemen dalam pemberitaan KCNA.

Ketiadaan pesawat-pesawat MiG-29 sama sekali tidak disebutkan saat Korut menggelar kompetisi tahunan Angkatan Udara pada Juni lalu. Hal itu amat mungkin menunjukkan rangkaian sanksi PBB terhadap militer Korut mengenai sasaran.

Korut diyakini mengalami kesulitan mendapatkan suku cadang dan bahan bakar pesawat sehingga armada MiG-29 tidak lagi mengangkasa dan menghilang dari peliputan kantor berita Korut.

Komunikasi dalam segala bentuk memang dikontrol ketat oleh pemerintah Korut di Pyongyang, namun kadangkala kedoknya terbuka sehingga dunia bisa menyaksikan lebih dari yang disampaikan.

Sumber : bbc.com