Korea Utara Memperingatkan AS Akan Membayar ‘Due Price’ Karena Telah Mendorong Sanksi PBB

0
56

Korea Utara memperingatkan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat akan Membayar “Due Price” untuk mempelopori resolusi Dewan Keamanan U.N terhadap uji coba nuklirnya yang terbaru, karena Washington menekan pemungutan suara mengenai sebuah rancangan resolusi yang memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Pyongyang.

Pejabat Korea Selatan mengatakan setelah uji coba nuklir keenam Korea Utara pada tanggal 3 September, yang dikatakan sebagai sebuah bom hidrogen canggih, bahwa ia dapat meluncurkan rudal balistik antar benua lain yang bertentangan dengan tekanan internasional.

Amerika Serikat menginginkan Dewan Keamanan untuk memberlakukan embargo minyak ke Korea Utara, menghentikan ekspor utama tekstil dan pemimpin subjek Kim Jong Un ke larangan finansial dan perjalanan, menurut rancangan resolusi yang dilihat oleh Reuters.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan Amerika Serikat “panik” untuk memanipulasi Dewan Keamanan atas uji coba nuklir Pyongyang, yang menurutnya merupakan bagian dari “tindakan membela diri yang sah.”

“Jika AS benar-benar melakukan resolusi ilegal dan melanggar hukum ‘atas sanksi yang lebih keras, DPRK harus benar-benar yakin bahwa A.S. membayar harga pasti,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi KCNA.

DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korut, Republik Rakyat Demokratik Korea (Democratic People’s Republic of Korea).

“Dunia akan menyaksikan bagaimana DPRK menjinakkan gangster A.S. dengan melakukan serangkaian tindakan lebih keras daripada yang pernah mereka bayangkan,” kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya tersebut.

“DPRK telah mengembangkan dan menyempurnakan senjata termo-nuklir super-kuat sebagai alat untuk mencegah pergerakan permusuhan dan ancaman nuklir yang terus meningkat di AS dan meredakan bahaya perang nuklir yang menjulang di atas semenanjung Korea dan kawasan ini.”

Tidak ada verifikasi independen atas klaim Korut yang telah melakukan uji coba bom hidrogen, namun beberapa ahli mengatakan ada cukup bukti kuat untuk menyarankan agar Pyongyang berhasil mengembangkan bom hidrogen atau semakin dekat.

KCNA mengatakan pada hari Minggu bahwa Kim melemparkan sebuah jamuan untuk memuji para ilmuwan dan pejabat tinggi militer dan partai yang berkontribusi dalam tes bom nuklir, diakhiri dengan pertunjukan seni dan sesi foto dengan pemimpinnya sendiri.