Hampir ‘Game Over’, Setya Novanto Ditangani Empat Dokter

0
325

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPR) Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan hebat. Hal tersebut disampaikan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

“Dokter yang mengangani ada empat, ahli jantung, internis, ahli saraf, dan bedah,” katanya saat mendatangi RS Permata Hijau, di Jakarta, Kamis (16/11).

Ia menjelaskan, dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail terkait kecelakaan yang didapat ketua umum Partai Golkar itu.
“Bagaiamana keadaannya, yang bisa menjelaskan kan dokter bukan saya,” ujarnya.

Fredrich menambahkan, pihaknya selalu mencatat hasil rekam medis Setya Novanto. Bahkan, ia selalu mencatatnya di dalam telepon gengamnya.

 

“Saya punya medical record di handpone saya, jadi saya memberi tahu ke dokter. Dokter bilang wah ini kan bahaya. Kalau… ini bisa game over,” katanya mengungkapkan.

Setya Novanto pingsan akibat kecelakaan mobil yang dia alami malam ini. Mobil Setya Novanto hancur di bagian depan.

“Kaca bagian kanan dan kiri pecah. Dia langsung tak sadarkan diri,” kata kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi kepada wartawan.

Saat ini Setya Novanto sedang dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Kondisinya disebut belum siuman, namun ada beberapa luka di bagian tubuhnya akibat kecelakaan itu.

“Kecelakaannya sangat parah,” kata Yunadi.

Kecelakaan terjadi saat Setnov dalam perjalanan ke Studio Metro TV untuk wawancara.

Dia menuturkan Novanto setelah dari Metro TV, akan bertemu dengan pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Setelah dari sana, kata Frederich, dirinya akan mendampingi kliennya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Janjiannya ketemu di Metro TV,” kata Frederich. “Mobilnya kecelakaan, bagian depan hancur, kacanya lepas. Beliau pingsan,” katanya menambahkan.

Setya Novanto dalam pencarian Komisi Pemberantasan Korupsi. Kemarin, KPK sudah menerbitkan surat penangkapan dan penggeledahan.

Pada Rabu (16/11) malam, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Setnov untuk menangkapnya, namun tak menemukan Ketua Golkar itu. KPK hanya menggeledah rumah Setnov dan membawa sejumlah dokumen dari tempat itu.

Tujuan KPK menangkap Setya Novanto untuk diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP.