Jerman Melarang Smartwatch Digunakan Anak-anak

0
161

Seorang regulator Jerman telah melarang penjualan smartwatch yang ditujukan untuk anak-anak, dia menggambarkan smartwatch sebagai perangkat mata-mata.

Sebelumnya Jerman melarang boneka yang terhubung dengan internet bernama, My Friend Cayla, untuk alasan yang serupa.

Regulator telekomunikasi Federal Network Agency mendesak orang tua yang memiliki jam tangan semacam itu untuk menghancurkannya.

“Ada kekurangan regulasi tentang ‘hal-hal yang bersangkutan dengan internet’, yang memungkinkan produsen nakal menjual produk cerdas yang tidak aman.

Dalam sebuah pernyataan, agensi tersebut mengatakan telah mengambil tindakan terhadap beberapa perusahaan yang menawarkan jam tangan semacam itu di internet.

“Melalui sebuah aplikasi, orang tua dapat menggunakan jam tangan anak-anak tersebut untuk mendengarkan tanpa disadari lingkungan anak-anak dan mereka dianggap sebagai sistem transmisi yang tidak sah,” kata Jochen Homann, presiden Federal Network Agency.

“Menurut penelitian kami, lewat jam tangan itu orang tua juga dapat mendengarkan guru di kelas.”

Agensi juga meminta sekolah untuk “lebih memperhatikan” jam tangan tersebut di antara siswa.

Melacak anak-anak

Jam tangan semacam itu – yang dijual oleh sejumlah besar penyedia di Jerman – umumnya ditujukan untuk anak-anak berusia antara lima dan 12 tahun.

Sebagian besar dilengkapi dengan kartu Sim dan fungsi teleponi terbatas dan disiapkan dan dikendalikan melalui aplikasi.

Pada bulan Oktober, Norwegian Consumer Council (NCC) melaporkan bahwa ‘beberapa jam tangan anak-anak – termasuk Gator dan GPS untuk anak-anak – memiliki kekurangan seperti mentransmisikan dan menyimpan data tanpa enkripsi.

Ini berarti bahwa orang asing, dengan menggunakan teknik hacking dasar, dapat melacak anak-anak saat mereka pindah atau membuat anak tampak berada di lokasi yang sama sekali berbeda.

Tidak jelas apakah keputusan Jerman untuk melarang perangkat tersebut didasarkan pada masalah privasi yang terkait dengan mereka atau kelemahan keamanan yang lebih luas yang telah ditemukan oleh NCC dan yang lainnya.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan masalah keamanan.

Finn Myrstad, kepala kebijakan digital di NCC mengatakan: “Larangan ini mengirimkan sinyal kuat kepada pembuat produk yang ditujukan untuk anak-anak agar mereka lebih aman.”

Dia meminta tindakan di seluruh Eropa untuk meningkatkan keamanan perangkat semacam itu.