Badai Tropis di Tembin Filipina membunuh lebih dari 180 orang di Mindanao

0
174

Lebih dari 180 orang dilaporkan terbunuh saat badai tropis melanda Filipina selatan, dan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

Badai Tembin membawa banjir bandang dan tanah longsor ke beberapa bagian pulau Mindanao. Dua kota yang terpukul parah adalah Tubod dan Piagapo, di mana sejumlah rumah tertimbun oleh batu-batu besar.

Tembin, dengan angin hingga 80km / jam (50 mph), telah melintasi Mindanao dan sampai ke pulau resor Palawan, dan sekarang akan bergerak lebih jauh ke barat. Filipina menderita bemcana ini secara teratur setiap tahunya, meskipun Mindanao tidak sering terkena dampak besarnya.

Tembin, yang dikenal sebagai Vinta di Filipina, mulai menerpa Mindanao pada hari Jumat, keadaan pada saat itu sangat darurat sehingga diumumkan di beberapa daerah termasuk daerah Lanao del Norte dan Lanao del Sur.

Pejabat daerah yang dikutip oleh situs Rappler mengatakan ada 127 korban tewas di Lanao del Norte, sampai 50 di semenanjung Zamboanga dan setidaknya 18 di Lanao del Sur.

Petugas polisi Tubod Gerry Parami mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya ada 19 kematian di kota tersebut, yang berada di Lanao del Norte. Desa Dalama yang terpencil terbengkalai oleh banjir bandang. “Sungai itu naik dan sebagian besar rumah hanyut, desa sudah tidak ada lagi,” katanya.