GMF Aero Asia Berkomitment Gerakan Hijau untuk Pendidikan

0
70

GMF (Garuda Maintenance Facility) AeroAsia sudah terjun ke dalam industri perbaikan dan perawatan pesawat terbang selama 60 tahun.Sebagai salah satu perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) kelas dunia, GMF telah melayani maskapai penerbangan di lebih dari 60 negara pada 5 benua.

GMF memiliki komitmen untuk selalu melakukan setiap tindakan dan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Salah satu bentuk komitmen GMF dibuktikan dengan cara memberikan tanggung jawab besar terhadap pelestarian lingkungan Hidup. Pertanggungjawaban Ini terbukti dari data yang menunjukkan bahwa sampai pada tahun 2016, GMF telah menerima nol keluhan mengenai masalah lingkungan, denda dan sanksi moneter atas ketidakpatuhanatas peraturan lingkungan hidup.

Nol keluhan ini berhasil diraih karena GMF selalu mematuhi peraturan yang tercantum dalam Kebijakan Kesehatan, Keselamatan dan Prosedur Lingkungan. Tidak hanya itu, GMF juga mematuhi UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Konsep Hijau

Pada tahun 2015, GMF meresmikan Hangar 4 yang berlokasi di dalam area Soekarno-Hatta International Airport, Cengkareng, Tangerang untuk melengkapi tiga hanggar lainnya yang sudah lebih dulu beroperasi.

Hanggar yang beroperasi di atas area seluas 66.940 meter persegi ini digunakan untukkegiatan produksi, perkantoran dan bengkel kerja. Dengan area sebesar ini, Hangar 4 GMF tercatat sebagai hanggar pesawat lorong tunggal terbesar di dunia.

Bukan hanya ukurannya yang membuat hanggar ini istimewa. Bangunan hanggar ini dibangun dengan konsep eco green. Atap bangunan dan sisi samping hanggar menggunakan material yang dapat ditembus cahaya sebagai usaha untuk memaksimalkan pencahayaan.Hangar 4 juga menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode) sebagai pengganti komponen penerangan konvensional (lampu TL – tube luminescent).

Kedua langkah di atas dilakukan oleh GMF sebagai upaya dalam penghematan energi.

Dalam memperbaiki dan merawat pesawat, GMF juga melakukan penggantian bahan berbahaya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti bahan kimia berbasis air. Contoh bahan berbahaya yang telah diganti adalah peluruh cat pesawat, cat pesawat terbang, cat interior, dan kimia pelarut.

Demikian pula dengan pengelolaan limbah, GMF menggunakan Kebijakan K3LB sebagai panduan. Beberapa jenis limbah seperti bahan bakar diesel dapat didaur ulang menjadi bahan bakar diesel untuk industri sehingga dapat dipergunakan kembali.

Meminimalisir Penggunaan Energi

Tercatat bahwa konsumsi listrik GMF sepanjang tahun 2015 meningkat sebesar 1,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan adanya intensitas perawatan pesawat terbang di GMF yang juga meningkat. Meski begitu, kampanye hemat energi masih terus digencarkan, termasuk langkah penggantian lampu konvensional dengan lampu LED pada seluruh area GMF.

Dengan langkah tersebut, GMF telah berhasil melakukan efisiensi listrik sebesar 3.351giga joule.

Tidak hanya itu, GMF juga ikut berpartisipasi dalam program “World Wide Fund (WWF) for Nature’s Earth Hour” sebagai upaya untuk menghemat energi listrik. Selama Earth Hour 2016 yang berlangsung selama satu jam (pukul 20.30 – 21.30), GMF telah berhasil menghemat 4,4 juta watt penggunaan listrik.

GMF juga menerapkannya proses pencucian kering, yakni proses pencucian pesawat tanpa air. Dengan cara ini, GMF dapat menghemat air sebanyak ± 300.000 liter dalam setiap bulan.

Sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan, GMF juga melaksanakan program penanaman pohon yang sampai saat ini masih terus berlangsung.Pada tahun 2015, GMF telah menanam 12.765 pohon dan menyumbangkan 1.000 tanaman dalam pot untuk Kelurahan Pajang, Kecamatan Benda, Tangerang.

GMF menyadari bahwa penggunaan energi sering berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu, komitmen untuk menjaga lingkungan terus dijaga dan ditumbuhkan.

Program Kunjungan sebagai upaya Pendidikan

GMF berada di area terlarang yang memerlukan izin khusus untuk memasuki area tersebut. Tapi Dengan komitmen untuk mendidik masyarakat tentang bisnis MRO, GMF mengadakan program kunjungan untuk umum yang berjalan setiap hari Selasa dan Kamis.

Pada tahun 2016, GMF telah menerima 8518 kunjungan dari lembaga pendidikan (TK, SMP, SMA sampai dengan universitas) danperusahaan.

Untuk memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan fasilitas GMF yang menjadi kebanggaan Indonesia, GMF terus berupaya mengembangkan program kunjungan teratur ini dalam setiap bulan.