Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia

0
1173

Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia justru ada di Amerika. Dan seorang pria yang menyantapnya dalam suatu lomba, harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara sebutir cabe ini.

Warung-warung di Indonesia belakangan seakan berlomba jadi yang paling pedas: Nasi Goreng Gila, misalnya, jadi salah satu yang muncul di mana-mana di jalanan: nasi goreng dengan tingkat pedas edan-edanan. Mie instan sekarang dilengkapi dengan jenis pedas. Juga berbagai jenis masakan ayam dan bebek. Bahkan sebuah merk kripik Bandung dijual dengan beragam tingkat kepedasan: mulai tingkat satu sampai 10.

Tetapi tak ada yang bisa dibandingkan dengan cabe Carolina Reaper ini: cabe paling pedas sedunia.

Di New York, seorang pria yang menyantapnya dalam lomba makan cabe pedas akhirnya harus dilarikan di rumah sakit setelah mengalami thunderclap atau serangan sakit kepala mendadak “yang luar biasa”.

Pria berusia 34 tahun itu merasakan sakit kepala yang begitu “menyakitkan” beberapa hari setelah menyantap sebutir cabe saat lomba itu.

Ini kasus pertama yang serangan sakit kepala itu yang dikaitkan dengan cabai, karenanya kejadian ini dimasukkan dalam BMJ Case Reports.

Dokter yang memeriksa kasus ini memperingatkan siapa pun yang mengonsumsi cabai pedas ini untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami serangan sakit kepala mendadak.

Sakit kepala “thunderclap” disebabkan oleh penyempitan tiba-tiba pada pembuluh yang memasok darah ke otak, keadaan yang dikenal sebagai reversible cerebral vasoconstriction syndrome (RCSV).

Awalnya, laki-laki itu mengalami muntah-muntah sesaat setelah lomba makan cabai. Lalu iamengalami sakit leher selama beberapa hari kemudian, dan didera sakit kepala yang luar biasa, yang berlangsung beberapa detik.

Rasa sakit yang begitu buruk membuatnya pergi ke UGD dan menjalani berbagai tes masalah neurologis, tetapi hasilnya negatif.

Hasil pemindaian otak atau CT scan menunjukkan bahwa beberapa arteri di otaknya menyempit, itu sebabnya dokter mendiagnosisnya dengan sindrom RCVS atau sakit kepala hebat.

Sindrom RCVS tidak selalu memiliki penyebab yang jelas, namun bisa terjadi sebagai reaksi terhadap beberapa obat yang diresepkan, atau setelah mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Ini adalah kasus RCVS pertama yang dikaitkan dengan makan cabai. Sebelum ini, makan cabe cayenne dikaitkan dengan penyempitan tiba-tiba arteri koroner dan serangan jantung.

Gejala yang dialami oleh pria tersebut sembuh dengan sendirinya. Dan hasil CT scan yang dilakukan lima minggu kemudian menunjukkan bahwa arteri telah kembali ke ukuran normal.

Umumnya RCVS sembuh dalam beberapa hari hingga berminggu-minggu dan seringkali memiliki prognosis jangka panjang yang positif, pada beberapa kasus sakit kepala parah juga dilaporkan mengakibatkan stroke – kendati sangat jarang terjadi.

Dr Kulothungan Gunasekaran, di Rumah Sakit Henry Ford di Detroit, yang menulis laporan itu, mengatakan orang-orang perlu menyadari risiko ini, jika makan cabai.

“Sekarang ini kami masih tidak akan menyerukan untuk tidak makan cabe Carolina Reaper, tetapi kami merekomendasikan agar masyarakat berhati-hati akan efek buruk yang ditimbulkan dan kami menganjurkan untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami sakit kepala secara tiba-tiba setelah makan cabai.”