Dari ‘Ngemper’, Joe Taslim-Iko Uwais ‘Adu Balap’ di Hollywood

0
81

Iko Uwais dan Joe Taslim menjadi beberapa dari aktor Indonesia yang mampu menorehkan prestasi di dunia. Namun kesuksesan dan ketenaran mereka tak datang dan dibuat dalam waktu semalam.

Dua nama aktor Indonesia yang saling bersahabat itu bak berlomba-lomba membintangi berbagai film Hollywood. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada Iko Uwais.

Iko baru saja merilis film Hollywood terbarunya, Mile 22, garapan Peter Berg. Dikabarkan, aksi Iko mendapatkan banyak pujian dari para kritikus Hollywood. Pun, riuh tepuk tangan bermunculan untuknya kala premier di California, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Iko pernah juga terlibat dalam salah satu waralaba besar Hollywood, Star Wars.

Sementara itu, Joe Taslim tak kalah cemerlang. Tercatat, ia pernah menjadi salah satu pemeran dalam serial televisi Amerika Serikat, Warrior. Sebelumnya, ia pun muncul dalam Fast and Furious 6.

Bila Iko tergabung dalam pasukan Star Wars, Joe Taslim adalah tim dari Star Trek.

Walau terkesan saling ‘adu balap’, Joe Taslim ternyata memandang perjalanan karier dia dan Iko kini karena berasal dari ‘pedepokan’ yang sama, The Raid.

“Kami lahir dari proyek yang sama, The Raid. Kita bahkan dulu ngemper tidur di jalan, berjalan sama-sama,” kata Jota, panggilan akrab Joe Taslim, kala ditemui usai gala premier Mile 22 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Kalau sudah berangkat dari rumah yang sama, saya pikir bisa berjalan dan saling mendukung ke depannya,” lanjutnya.

Bahkan menurut Joe, sepak terjang Iko di dunia Hollywood patut menjadi contoh bagi banyak orang. Bagi Joe, bersaing adalah sesuatu hal yang baik asal saling mendukung bak kakak-adik.

Joe juga menegaskan dirinya dan Iko masih ‘anak kemarin sore’ di belantika Hollywood. Menurutnya yang terpenting saat ini adalah memperbanyak latihan dan jam terbang agar tidak mengecewakan.

“Kita fokus di situ dulu, tetapi nanti kalau kita sudah besar ini baru saatnya kita untuk bersaing,” kata Jota.

Ada ‘The Raid’ Lainnya

Joe menyadari bahwa Indonesia memiliki banyak talenta yang bisa ikut berkembang seperti dirinya maupun Iko dan dilirik oleh mata internasional.

Ia berharap akan ada ‘pedepokan’ seperti The Raid lainnya yang tumbuh dan ikut membesarkan nama aktor Indonesia, seperti yang terjadi pada dirinya, Iko, Cecep Arif Rahman, dan Yayan Ruhiyan.

“Apabila semakin banyak film-film seperti The Raid yang bisa membukakan pintu talenta-talenta Indonesia, akan semakin banyak perwakilan, dan akan semakin banyak yang tahu kalau Indonesia punya aktor-aktor,” kata Joe.

“Tapi bukan dari segi genrenya, melainkan film yang ditonton seluruh dunia. Dijadikan kiblat. Karena [sutradara] Peter Berg bilang dirinya terpukau dari The Raid, dia menarik Iko dari situ. Karier saya juga dimulai dari The Raid,” lanjutnya.

Usai The Raid, Joe mengatakan bahwa dalam waktu dekat aksinya berduet dengan Iko dapat disaksikan dalam film The Night Come for Us yang diarahkan sutradara Timo Tjahjanto.

Film yang juga dibintangi Julie Estelle dan Dian Sastro ini, kata Joe, sempat ditunda selama beberapa tahun setelah direncanakan sejak 2013. Dia pun berharap film ini menjadi pijakan film laga di Indonesia dapat terus dilirik oleh mata dunia.

“Kemarin ada The Raid 1 dan 2, setelahnya ada Headshot, dan beberapa lagi. Action di Indonesia telah hidup, tetapi jangan sampai tertidur lagi,” kata Joe Taslim.

Dia menambahkan, “Sekarang orang luar mulai melihat film Indonesia sebagai, the future action movie. Dulunya kan China, Hong Kong, Korea, tetapi sekarang Indonesia terobosan baru, jadi enggak boleh putus.”

Film The Night Come for Us direncanakan rilis perdana dalam Fantastic Fest pada September mendatang di Texas, Austin.

Sumber : CNN [dot] COM