Setelah sukses meluncurkan dua astronaut NASA ke luar angkasa, perjalanan pulang roket Falcon 9 milik SpaceX berjalan mulus hingga kembali ke Bumi.

Untuk diketahui, misi peluncuran yang disebut Demo-2 itu dilakukan di Kennedy Space Center, Florida, AS, Sabtu (30/5) waktu setempat. Adapun dua astronaut NASA yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah Bob Behnken dan Doug Hurley.

Ini adalah peluncuran bersejarah, karena untuk pertama kalinya NASA kembali mengirim astronautnya ke ISS setelah peluncuran terakhir kali di 2011.

Perjalanan pulang Falcon 9 ke Bumi berjalan mulus. Foto: Twitter @SpaceX

Sekitar 9 menit setelah lepas landas, tahap pertama Falcon 9 melakukan pendaratan kembali ke Bumi mulai dilakukan. Pendaratan tepatnya dilakukan di kapal drone SpaceX yang ditempatkan beberapa ratus mil di lepas pantai Florida, AS.

Roket pun pulang menuju kembali ke pantai, dan pada Selasa (2/6) waktu setempat, pelayarannya berakhir. Falcon 9 mendarat dengan aman di geladaknya, di Port Canaveral Florida. Pendaratan pulang ini diumumkan SpaceX lewat akun Twitter.

Tweet tersebut disertai beberapa foto Falcon 9 yang rampung menjalankan tugasnya. Tentunya sebuah kebanggaan bagi rakyat AS, terutama SpaceX yang berhasil menerbangkan astronaut dengan roket daur ulang.

 

Falcon 9 adalah roket daur ulang sehingga menghemat biaya penerbangan luar angkasa. Foto: Twitter @SpaceX

Penggunaan roket daur ulang menjadi prioritas utama CEO SpaceX Elon Musk yang ingin memangkas biaya penerbangan ke antariksa secara signifikan, untuk memungkinkan lebih banyak eksplorasi luar angkasa yang ambisius.

Roket ini punya pendorong yang memungkinkannya kembali sendiri ke Bumi. Falcon 9 Foto: Twitter @SpaceX

Selain itu, roket buatan SpaceX pun punya keistimewaan bisa kembali sendiri ke Bumi. Terdapat tiga mesin pendorong yang membantunya menemukan jalan pulang ke Bumi, sehingga roket ini bisa digunakan lagi untuk peluncuran berikutnya.

Adanya misi ini juga menandakan berakhirnya ketergantungan NASA terhadap roket Soyuz buatan Rusia untuk mengantarkan astronautnya menuju ISS.

Sebelumnya, astronaut NASA memang selalu menumpang roket Rusia untuk terbang ke ISS sejak pesawat ulang alik dipensiunkan tahun 2011 lalu.