Satelit Gabungan NASA-ESA Yang Akan Memantau Permukaan Laut Akan Diluncurkan Sabtu

0
16

Badan antariksa AS, NASA, bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA), akan meluncurkan satelit pada hari Sabtu yang dirancang untuk memantau kenaikan permukaan laut, yang terbaru dari serangkaian pesawat ruang angkasa yang mengorbit memantau status lautan dunia.

NASA mengatakan satelit, yang disebut Sentinel-6 Michael Freilich, dijadwalkan diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California tengah Sabtu pagi. Dinamai setelah mantan Direktur Divisi Ilmu Bumi NASA Michael Freilich, satelit AS-Eropa akan dibawa ke luar angkasa dengan roket SpaceX Falcon 9.

Sentinel-6 seukuran truk pickup kecil, dan akan mengukur tinggi permukaan laut, tinggi gelombang, dan kecepatan angin, memungkinkan para ilmuwan untuk memantau perubahan permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Data yang dikumpulkan pada variasi permukaan laut dekat garis pantai akan memberikan informasi untuk mendukung pengelolaan pantai dan perencanaan banjir, sementara pengukuran atmosfernya akan meningkatkan prakiraan cuaca dan badai.

Ilmuwan misi NASA Sentinel 6 Craig Donlon mengatakan data yang dikumpulkan oleh pesawat itu akan digunakan bersama dengan informasi yang diberikan oleh satelit Sentinel sebelumnya untuk membangun gambaran yang lebih lengkap tentang lautan.

“Sentinel-3 menyediakan pengukuran suhu permukaan laut dan biologi laut. Sentinel-1 menyediakan pengukuran pencitraan radar gelombang besar samudra, es laut. Sentinel-2 menyediakan pengukuran resolusi tinggi di zona pesisir,” kata Donlon.

Tidak seperti misi observasi Bumi sebelumnya, observatorium Sentinel-6 akan mengumpulkan pengukuran pada resolusi yang jauh lebih tinggi dan dapat mengukur variasi permukaan laut yang lebih kecil di dekat garis pantai.

Satelit tersebut akan diikuti pada tahun 2025 oleh kembarannya, Sentinel-6B. Bersama-sama, pasangan ini ditugaskan untuk memperpanjang rekor pengukuran tinggi permukaan laut global selama hampir 30 tahun.