Ambisi India untuk menjadi pusat produksi elektronik dunia rupanya bukan sembarang isapan jempol belaka. Pemerintah India pada Rabu (24/2/2021) menyetujui anggaran sebesar73,5 miliar rupee atau setara Rp 14 triliun untuk meningkatkan manufaktur lokal dan ekspor produk IT seperti laptop, tablet, komputer pribadi hingga server.
PLI diprediksi akan membantu menaikkan ekspor barang-barang IT “Made in India” senilai 2,45 triliun rupee atau sekitar Rp 45 triliun.
Sejauh ini PLI sudah menarik minat beberapa perusahaan global. Raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple, misalnya, tertarik untuk membuat pabrik perakitan beberapa tablet iPad-nya di negara itu.
Selain itu perusahaan microchip asal Taiwan Foxconn, yang juga memproduksi chip untuk Apple, serta dua perusahaan senegara lainnya, Wistron dan Pegatron, juga telah menyatakan minat untuk mengembangkan fasilitas produksinya di India.
Strategi PLI yang dikembangkan sebelumnya oleh Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah membantu mengubah India menjadi pembuat seluler terbesar kedua di dunia setelah China. Saat ini New Delhi terlihat ingin meniru kesuksesan manufaktur gawai cerdas dan elektronik lainnya dalam upaya memangkas impor alat-alat itu.