Aktivis ‘Memperingati Kematian Liu Xiaobo’

0
229

Sedikitnya empat orang telah ditahan polisi China setelah secara terbuka memperingati kematian peraih Nobel Perdamaian Liu Xiaobo, ujar seorang aktivis.

Peringatan di tepi pantai, yang berlangsung pada tanggal 19 Juli, merupakan bagian dari kampanye internasional yang tersebar luas di media sosial yang berkabung atas kematian pembangkang tersebut.

Wei Xiaobing, He Lin, Liu Guangxiao dan Li Shujia ditahan di sebuah pusat penahanan Guangdong, kata aktivis Hu Jia.

Aktivis lain yang ikut ambil bagian, Wang Xin, hilang, tambahnya.

“Penahanan itu ilegal,” kata Hu kepada BBC News. “Tidak ada hukum Tionghoa yang memberi sanksi hukuman bagi seseorang yang memorialises kematian, tidak peduli siapa orang itu.”

Keempat pria tersebut telah diberitahu oleh polisi bahwa mereka diduga telah mengganggu ketertiban umum, kata Hu, yang merupakan aktivis lama Beijing dan anggota Freedom for Liu Xiaobo Action Group.

Pekan lalu, kelompok tersebut mengorganisir sebuah kampanye media sosial global yang meminta para pendukung Liu Xiaobo untuk mengirim foto dari sebuah kursi kosong di sebelah laut dengan hashtag #withliuxiaobo.

Liu, seorang akademisi yang menjadi juru kampanye pro-demokrasi, diwakili dalam upacara Perdamaian Nobel pada tahun 2010 oleh sebuah kursi kosong karena dia dipenjara di China.

Kampanye dimulai pada 19 Juli, tujuh hari setelah Liu meninggal karena kanker hati di kota Shenyang, China utara.

Hari ketujuh merupakan bagian penting dari upacara pemakaman tradisional Tiongkok. Itulah hari ketika almarhum diyakini kembali ke rumahnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang mereka cintai.

Pemenang Nobel China dikremasi, dan abunya disebarkan ke laut.

Para pendukungnya mengatakan pihak berwenang ingin menghindari penyediaan tempat pemakaman di mana dia bisa diperingati.

Hu mengatakan bahwa sekitar 10 aktivis berpartisipasi dalam peringatan minggu lalu, yang berlangsung di sebuah pantai di provinsi Guangdong dan disiarkan langsung oleh sebuah saluran berita di Hong Kong.

Dalam foto yang dibagikan di media sosial, para aktivis mengangkat tiga jari untuk melambangkan perlawanan, kebebasan dan harapan.

Hu mengatakan beberapa aktivis lain yang belum ditahan saat ini dan dalam pelarian.

Dia mengatakan kelompok pertama yang akan ditahan adalah Wei Xiaobing, yang ditangkap pada 22 Juli. Yang lainnya ditahan sesaat kemudian.

Kematian Liu Xiaobo telah ditandai di negara-negara di seluruh dunia namun di pihak berwenang China telah membatasi peringatan, baik di depan umum maupun di media sosial.