Hirup Deodoran untuk mabuk seorang pemuda asal belanda tewas

0
51

Seorang remaja berusia 19 tahun di Belanda dilaporkan tewas setelah dia menghirup semprotan deodoran. Diwartakan Daily Mail Kamis (15/11/2018), remaja yang tak disebutkan identitasnya itu dirawat karena ketergantungan ganja dan ketamine.

Remaja yang dilaporkan punya riwayat gejala psikotik itu meletakkan handuk yang sudah disemprot dengan deodoran pada Juli lalu. Dalam laporan BMJ, remaja itu melakukannya untuk mendapat efek melayang. Setelah menghirup, dia sempat mengalami hiperaktif. Dia melompat-lompat sebelum tiba-tiba kolaps dan mengalami gagal jantung sehingga dia dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sembilan hari setelah dia dirawat, dokter menyatakan remaja tersebut meninggal karena “fungsi otak tidak mampu menopang kehidupannya”.

Dokter Kelvin Harvey Kramp dari Rumah Sakit Maasstad Rotterdam mengatakan kematian remaja itu merupakan kasus yang langka. Sebabnya, tidak banyak kematian yang terjadi akibat menghirup deodoran. “Belum diketahui konsekuensi yang dihasilkan,” kata Kramp dikutip CNN. Meski begitu, penyalahgunaan gas hirup maupun larutan bukanlah fenomena baru. Kramp menjelaskan, kebanyakan kasus ditemukan di generasi muda yang rapuh.

Kelompok yang paling rentan terkena penyalahgunaan tersebut berada di kisaran 15-19 tahun yang berada di pusat rehabilitasi maupun penjara. Roz Gittins, Direktur Farmasi Addaction berkata di lingkungan yang dianggap tak aman itu, akses orang terhadap obat-obatan terlarang biasanya dibatasi. “Karena itu, mereka memilih produk rumahan seperti menghirup lem, bensin, hingga aerosol yang bisa ditemukan,” terang Gittins.

Bahan kimia butana yang sering dipakai di produk rumah tangga, ujar Gittins, mempunyai efek yang sama dengan alkohol. Para pengguna menghirup butana untuk mendapatkan sensasi euforia, dan Gittins melanjutkan mereka bakal mengalami ketergantungan.