Nasib AMD berubah sejak mereka merilis prosesor pertamanya yang memakai arsitektur Zen pada 2017, dan kini untuk pertama kalinya dalam sejarah, valuasi AMD bisa menyalip Intel.

Meroketnya valuasi AMD ini terjadi setelah mereka mengakuisisi Xilinx pada Senin (14/2/2022) lalu senilai USD 49 miliar, 15 bulan setelah pertama diumumkan, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (17/2/2022).

Ini adalah salah satu akuisisi perusahaan teknologi terbesar dalam sejarah, berada di bawah nilai akuisisi EMC oleh Dell sebesar USD 67 miliar, dan akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft senilai USD 68,7 miliar.

Dalam akuisisi Xilinx tersebut, setiap pemegang saham Xilinx menerima 1,7234 lembar saham AMD untuk setiap 1 lembar saham yang mereka miliki, yaitu mengubah 248,38 juta lembar saham Xilinx menjadi 428 juta lembar saham AMD.

Alhasil jumlah saham AMD meningkat menjadi 1,628 juta lembar saham dari yang sebelumnya hanya 1,2 miliar lembar, dan valuasi AMD meroket menjadi USD 197,75 miliar, sementara valulasi Intel pada saat yang sama adalah USD 197,24 miliar.

Meski begitu, saat ini Intel masih menguasai market share prosesor x86 di pasaran, dengan market share sebesar 75%. Lalu Intel pun masih menghasilkan pemasukan dan keuntungan pertahun yang lebih besar dari AMD.

Namun bagi AMD, ini tetap sebuah pencapaian, mengingat sekira enam tahun lalu mereka hampir bangkrut. Tepatnya saat mereka baru merilis arsitektur Zen yang revolusioner.

Dengan akuisisi Xilinx yang merupakan perusahaan pembuat FPGA, portfolio AMD tentu akan bertambah dan memperluas diversifikasi produk mereka ke ranah lain seperti sistem mobil otonom, penerbangan, 5G, IoT, dan lainnya.

Xilinx pun terbilang perusahaan yang sehat, dengan pemasukan per kuartal terakhirnya mencapai USD 1 miliar, naik 26% secara year over year.