Sama-sama poros putaran Bumi yang diliputi es, Kutub Utara dan Kutub Selatan memiliki perbedaan suhu rata-rata tahunan. Mana yang lebih dingin?

Mengutip Live Science, berdasarkan data Institut Oseanografi Woods Hole, Kutub Selatan memiliki temperatur -60 derajat celsius pada musim dingin. Sementara, temperaturnya pada musim panas tercatat berada di angka 28,2 derajat celsius.

Di sisi sebaliknya, Kutub Utara memiliki temperatur mencapai -40 derajat celsius pada musim dingin dan 0 derajat celsius pada musim panas.

Kutub Utara adalah samudera, sementara Kutub Selatan berbentuk benua,” ujar Robin Bell, ilmuwan dari Columbia University.

Arktik, wilayah di sekitar Kutub Utara, adalah lautan yang dikelilingi pulau. Sementara, Antartika adalah benua di Kutub Selaran yang dikelilingi lautan.

Ahli menyebut air mendingin dan menghangat lebih lambat daripada daratan. Alhasil, temperatur yang ekstrim sedikit terjadi di Arktik. Meskipun Arktik ditutupi es, temperatur airnya relatif hangat sehingga membuatnya lebih panas daripada Antartika.

Lebih lanjut, perbedaan level ketinggian keduanya juga menjadi penyebab Kutub Selatan lebih dingin. Mengutip Climatekids.NASA, Arktik berada selevel dengan lautan. Sementara, Antartika adalah benua tertinggi dengan rata-rata elevasi mencapai 2.300 meter.

Kutub Selatan juga punya lapisan es lebih tebal daripada Kutub Utara. Mengutip NSF.gov, lapisan es di Antartika memiliki kedalaman hingga 4,8 km.

Lapisan itu menutupi 13,7 juta kilometer persegi wilayah Antartika. Jumlah itu sama dengan luas wilayah Amerika Serikat digabung dengan Meksiko.

“Saking tebalnya, volume dan massa dari es di daratannya berubah hanya sedikit di musim panas karena pecahan di musim dingin,” kata ilmuwan iklim kutub di University of Washington, Cecilia Bitz.