Kementerian Kesehatan RI buka suara terkait bocornya data PeduliLindungi yang diklaim Bjorka yakni sebanyak 2,3 miliar rupiah. Juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril menekankan pemerintah sudah mengetahui isu kebocoran tersebut.

Kemenkes RI tengah melakukan investigasi lanjut berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), PT Telkom, dan beragam pihak lain.

“Kementerian Kesehatan telah mengetahui adanya isu di media sosial terkait dugaan peretasan data pengguna Peduli Lindungi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, ” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).

Sembari menunggu hasil investigasi lanjut, Syahril mengimbau agar masyarakat tidak panik. Syahril juga menekankan publik untuk menghindari penyalahgunaan data yang berasal dari pihak tidak bertanggung jawab.

Isu yang beredar yakni Bjorka disebut kembali membocorkan data miliarsn pengguna aplikasi PeduliLindungi. Bjorka membocorkan 48 gigabyte data yang disebut terkompresi, 175 gigabyte data tidak terkompresi dengan total 3.250.144.777 data.

Data tersebut disebut bocor dengan format CSV yang terdiri dari email, NIK, phone number, device ID, COVID-19 status, check in history, contact tracing sampai vaccination. Bjorka mengunggah sampek bocoran data milik Menkominfo Johnny G Plate dan Menkomarinves Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Youtuber Deddy Corbuzier.