Cara unik menyelesaikan pekerjaan yang tidak disukai

0
321

‘Membungkus godaan’- memasangkan hal-hal yang Anda sukai dengan hal-hal yang Anda benci – mungkin bisa menjadi cara baru untuk berhenti menunda-nunda.

Apa hal yang benar-benar harus Anda lakukan, tapi tetap ditunda untuk dilakukan?

Kita semua memiliki hal-hal ini: pekerjaan yang memakan waktu, atau yang sulit yang kita takuti, pekerjaan yang kerap kita tunda, hingga menit-menit terakhir – jika kita menyelesaikannya.

Tapi bagaimana jika kita bisa menggoda diri kita untuk mengerjakan tugas-tugas menjemukan itu dengan memasangkannya dengan sesuatu yang benar-benar kita nikmati? Penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan hal-hal yang ingin kita lakukan, dengan hal-hal yang harus kita lakukan, bisa menjadi trik yang bagus untuk mencapai tujuan kita.

Metodenya disebut dengan ‘membungkus godaan’ dan itu memungkinkan Anda menggabungkan secara bersamaan dua aktivitas yang berbeda, namun saling melengkapi

“Saya hanya mengijinkan diri saya mendapat perawatan pedikur saat saya melakukan pekerjaan lain, dalam kasus saya, mengulas manuskrip,” kata Katherine Milkman, seorang profesor ekonomi perilaku di The Wharton School di University of Pennsylvania, dan penulis sebuah studi tentang membungkus godaan. “Bagi orang lain, mungkin membalas email atau salinan laporan lama yang perlu dibaca untuk pekerjaan.”

Contoh lain? Pergi ke restoran favorit Anda, tapi dengan rekan yang sulit, atau seseorang yang wajib Anda luangkan waktu bersama, seperti anggota keluarga. “Mungkin juga restoran yang tidak begitu sehat bagi Anda,” kata Milkman, sehingga Anda tidak terlalu sering melakukannya. “Apapun itu yang menyebabkannya menjadi kesenangan yang membuat rasa bersalah.”

Singkatnya, memasangkan sesuatu yang Anda sukai dengan sesuatu yang tidak Anda sukai, menawarkan insentif untuk melakukan sesuatu yang mungkin Anda hindari.

Apakah itu membahas keuangan pada saat ‘kencan’ dengan pasangan Anda, seperti yang disarankan oleh penulis keuangan pribadi Scott Pape.

Atau menggunakan meja treadmill untuk berolahraga sepanjang hari tanpa membahayakan produktivitas, seperti yang juga dilakukan Bri Williams, seorang pakar kepemimpinan dan pendiri perusahaan ekonomi perilaku People Patterns di Melbourne, Australia.

Masalah komitmen

Olahraga adalah satu aktivitas rutin yang diperlakukan sebagai tugas – jadi Milkman menggunakannya dalam sebuah eksperimen untuk menguji efektivitas dari ‘membungkus godaan’.

Dalam eksperimennya, Milkman mendorong para siswa untuk berolahraga sambil mendengarkan buku audio yang adiktif dan susah diberhentikan, seperti The Hunger Games. Satu kelompok, yang hanya bisa mengakses buku audio saat di gym, 51% lebih banyak berolahraga daripada kelompok pembatas, yang dapat mendengarkan buku audio kapanpun mereka inginkan. Kelompok lain, yang akses ke buku audio tidak dibatasi tapi didorong untuk mengumpulkan kegiatan, 29% lebih banyak berolahraga daripada kelompok pengawas.

Meskipun efek dari eksperimen menurun seiring berjalannya waktu, pada akhir penelitian, 61% peserta memilih untuk membayar akses ke gym saja saat mendengarkan audiobook yang menggoda. Pengumpulan godaan cukup berhasil bagi mereka untuk ingin melanjutkan latihan.

Tampaknya hal itu berhasil bagi orang-orang yang lebih sibuk, yang dapat menyelesaikan hal lebih banyak, kata Milkman.

Itu adalah sejenis perangkat komitmen – pengaturan formal untuk mencapai tujuan. Misalnya, penghargaan atau hukuman akibat menyelesaikan atau gagal menyelesaikan sebuah tugas. (Pikirkan: es krim setelah berolahraga atau uang di toples sumpah). Tapi, kata Milkman, membungkus godaan “sangat berbeda dari perangkat komitmen yang pernah ditulis atau dipelajari sebelumnya.”

Manfaatnya berasal dari simultanitas, yaitu, melakukan dua hal sekaligus yang baik dilakukan bersama, kata Milkman. Caranya adalah dengan mencari tugas yang saling melengkapi, dan mungkin malah berhasil lebih baik, bila digabungkan.

Dengan “mengeluarkan sengat dari tugas yang tidak Anda inginkan, kecenderungan Anda untuk membiarkannya dari minggu sibuk Anda akan semakin kecil,” kata Williams. “Rahasianya adalah membungkus tugas yang membutuhkan usaha yang berbeda. Misalnya, jika satu tugas memerlukan fokus atau konsentrasi, Anda ingin tugas yang lain tidak terlalu mengganggu – membaca sambil mendengarkan podcast, misalnya, sangat sulit sementara memasak sambil mendengarkan lebih realistis.”

Suka/Benci

Dan kelemahannya?

Williams mengatakan ada risiko mencemari kenikmatan Anda atas tugas yang Anda sukai dengan memasangkannya dengan sesuatu yang tidak menyenangkan. “Anda mungkin pada akhirnya menghindari keduanya, dan berlebihan mengerjakan godaan Anda karena merasa lebih berbudi. Anda bisa memasangkan pekerjaan ‘wajib’ Anda dengan semangkuk es krim ‘ingin’ Anda dan mendapati diri Anda mengerjakan hal kedua.”

Dan, bisakah membungkus aktivitas membuat kita membenci hal-hal yang kita cintai? Mungkin, kata Milkman. Itu tergantung seberapa buruknya tugas itu.

“Kemungkinannya sangat nyata bahwa jika Anda mendorong ini terlalu jauh, ini akan berantakan. Kami hanya menguji di tengah distribusi normal terkait hal-hal yang tidak menyenangkan, “kata Milkman. “Jadi, ini adalah sebuah pertanyaan terbuka. Kami membutuhkan lebih banyak penelitian untuk dijawab.”

Sumber : bbc.com