Kaum paruh baya, berjalanlah cepat untuk hindari risiko mati dini

0
156

Kaum paruh baya dianjurkan untuk berjalan kaki lebih cepat agar tetap sehat, terkait kekhawatiran tingkat aktivitas yang tinggi mungkin membahayakan kesehatan mereka.

Lembaga Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) mengatakan pada umumnya orang mulai menurun kegiatannya sejak usia 40 tahun.

Berdasarkan temuan itu, mereka menganjurkan agar orang-orang berusia antara 40 dan 60 tahun melakukan kegiatan jalan kaki yang dilakukan secara cepat.

Mereka mengatakan, jalan kaki cepat 10 menit sehari bisa memberikan dampak besar, mengurangi risiko kematian dini sebesar 15%.

Tapi PHE memperkirakan empat dari setiap 10 orang berusia 40 sampai 60 tahun melakukan jalan cepat 10 menit ini bahkan kurang dari sebulan sekali.

Di Inggris, pemerintah membantu hal ini dengan mempromosikan aplikasi gratis – Active 10 – yang dapat memantau jumlah jalan cepat yang dilakukan individu dan memberikan tip tentang bagaimana agar bisa lebih rutin.

Wakil direktur medis PHE Dr Jenny Harries mengatakan, “Saya tahu sendiri bahwa prioritas kehidupan sehari-hari yang begitiu berubah-ubah seringkali berarti olahraga ditepikan.

“Tapi berjalan kaki ke toko, bukan berkendara atau berjalan-jalan 10 menit dengan cepat pada istirahat makan siang setiap hari, bisa menambah jumlah tahun sehat dalam hidup Anda.”

Para dokter juga dianjurkan untuk mendorong para pasien mereka agar berjalan lebih cepat, dirumuskan sebagai jalan kaki dengan kecepatan setidaknya 5 km/jam yang membuat kita bernapas lebih cepat dan detak jantung meningkat.

Perhatian dipusatkan pada manusia paruh baya, karena turunnya tingkat kegiatan.

Kegiatan yang umum dianjurkan adalah 150 menit dalam seminggu, namun hampir separuh dari mereka yang berusia 40 sampai 60 tahun tidak mencapainya dan satu dari lima orang melakukannya kurang dari 30 menit.

Jalan cepat 10 menit setiap hari tidak akan membawa kaum manula ke tingkat ideal, namun akan cukup untuk meningkatkan kesehatan terkait tekanan darah tinggi, diabetes, masalah berat badan, depresi dan kecemasan dan masalah muskuloskeletal seperti sakit punggung bawah.