Menerawang Iko Uwais sebagai Penerus Jackie Chan

0
75

Iko Uwais membawa harum nama Indonesia saat menjadi salah satu pemeran utama dalam Mile 22, film Hollywood garapan Peter Berg, bersama aktor terkenal Mark Wahlberg.

Joe Taslim, salah satu rekan Iko yang pernah sama-sama bermain dalam The Raid-film yang melambungkan nama keduanya-mengaku bangga akan prestasi sang bintang Merantau. Ia bahkan membandingkan kemampuan Iko dengan aktor laga kawakan asal Asia, Jackie Chan.

“Dia berakting, bikin koreografi sendiri, semua kelebihan Jackie Chan dimiliki sama dia. Jadi dia bukan hanya menjadi generasi laga di Indonesia saja, tapi generasi Asia,” kata Joe yang ditemui saat gala premier Mile 22 di Jakarta, Senin (20/8) malam.

Menurut pengamatan Joe, industri perfilman memang sedang krisis generasi laga.

“Iko adalah generasi laga Asia yang akan membintangi film-film Hollywood,” imbuhnya.

Pengamatan Joe tidak salah. Setelah Jackie Chan memang bisa dibilang tidak banyak aktor laga asal Asia-yang punya kekhasan cara bertarung, martial arts mulai kungfu maupun pencak silat-yang namanya mencuat. Kebetulan, di saat itulah The Raid hadir.

Film garapan Gareth Evans yang tayang 2011 itu mendunia. Dengan sutradara asing, film itu seakan ‘naik pangkat’ karena digarap ala Hollywood. Semua aktornya Indonesia-termasuk Iko Uwais dan Joe Taslim-dan membuat martial arts jadi hal penting serta menonjol.

The Raid bahkan sampai diputar di Amerika.

Sutradara-sutradara Hollywood pun tertarik melihat akting Joe, Iko, Yayan Ruhiyan, dan lainnya. Jalan masing-masing menuju Hollywood pun terbuka. Joe mendapat peran di Fast and Furious 6. Tak berapa lama, ia juga ikut main di Star Trek Beyond.

Iko dan Yayan mendapat porsi-meski sedikit-di Star Wars: The Force Awakens.

Sementara nama-nama dari Indonesia itu bermunculan, jarang lagi terdengar aktor laga asal Asia lainnya. Jackie Chan dan Jet Li tak bisa terus-menerus ada di depan kamera. Chan sudah berusia 64 tahun. Li kini 55 tahun, belakangan bahkan dikabarkan sakit.

Beberapa nama pernah muncul dalam satu atau dua film, seperti Stephen Chow di Kung Fu Hustle dan Shaolin Soccer dan Donnie Yen di seri Star Wars. Keduanya asal China. Tony Jaa asal Thailand yang juga menekuni martial arts, muncul di Fast and Furious 7.

Setelah itu, tak banyak nama lain.

Baru kini, film dengan martial arts-terutama asal Indonesia-kembali naik daun, beserta artis-artisnya. Entah kenapa, mungkin Hollywood bosan dengan martial arts dari China.

Yang jelas, itu kesempatan bagi Indonesia, yang harus dimanfaatkan aktor seperti Iko.

Beruntung sepertinya Iko memahami posisinya. Di Mile 22 di mana ia berakting bersama Wahlberg dan Lauren Cohan itu, ia bahkan lebih menonjol dibanding bintang Hollywood lain.
Joe bahkan tak segan-segan memberikan nilai 9 dari 10 untuk penampilan Iko di film laga yang bercerita tentang polisi sekaligus informan yang harus diselundupkan ke bandara itu.

“Saya kasih segitu, karena harus pandai, kita menunggu berapa lama untuk ini terjadi lagi dan tidak tahu apalah akan bisa terjadi [lagi]. Iko menjadi orang Indonesia pertama mendapatkan peran utama di film berskala besar seperti ini,” kata Joe memuji.

Ia ikut bangga ada saudara bisa bermain di film yang masuk tiga besar box office Hollywood itu. “Jadi ketika ada aktor-aktor muda Indonesia melihat ada Iko di sana [film internasional], mimpi anak-anak SD, SMP, yang akan menjadi seniman akan berkali-kali lipat lagi keyakinannya, karena ada contoh yang kuat,” ujarnya.