Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan terjadinya air laut pasang hingga Selasa (22/1) sebagai dampak fenomena supermoon yang akan terjadi pada Senin (21/1) petang hingga malam hari.

“[Akan ada] kenaikan air pasang maksimum di beberapa wilayah pesisir perairan,” ujar Kepala Humas BMKG Ahmad Taufan Maulana melaui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/1).

Tinggi pasang bisa mencapai 1,25 -2,5 meter dibanding pasang normal di daerah seperti Selat Malaka, Laut Sawu, Laut Maluku dan lainnya. Pasang lebih tinggi hingga 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan Barat Aceh, Laut Natuna Utara, hingga perairan Kepulauan Wakatobi.

Namun demikian, hal ini bergantung pada kondisi topografi pantai dan tipe pasang surut di sebuah pantai. Dibandingkan purnama biasa, Taufan mengakui ada perbedaan pasang yang lebih tinggi. Namun katanya, kenaikan itu tidak terlalu signifikan.

BMKG juga menjelaskan mengapa air laut terdampak fenomena alam ini. Supermoon terjadi saat posisi Bulan berada dekat dengan Bumi atau disebut perigee, sedangkan gravitasi Bulan berpengaruh pada pasang air laut.

Posisi perigee ini akan terjadi pada tiga bulan pertama 2019. Puncaknya terjadi pada 21 Jan 2019 pukul 12.16 WIB. Tepat 12 jam 43 menit sesudah puncak purnama tersebut, atau pada 22 Januari 2019 pukul 02.59 WIB, Bulan akan berada pada jarak 357.342 km dari Bumi.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada dan siaga adanya pasang maksimum air laut dan memperhatikan informasi cuaca. Masyarakat juga diimbau untuk meingkatkan kewaspadaan pada 19-22 Januari 2019.

“Hal ini dapat berdampak pada terganggungnya transportasi di sekitar pelabuhan, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” lanjut Taufan.

Berikut daftar pesisir yang terdampak supermoon:

– Pesisir utara Jakarta
– Pesisir utara Jawa Tengah
– Pesisir utara Jawa Timur
– Pesisir Cilacap
– Pesisir Tajung Benoa, Bali
– Pesisir Kalimantan Barat
– Pesisir Makassar