Jerman Memblokir Situs “Sayap Kiri” Atas Kerusuhan G20

0
132

Jerman telah melarang sebuah portal internet sayap kiri yang dituduh menghasut kekerasan dan mengumpulkan aktivis yang melakukan kerusuhan selama pertemuan puncak G20 bulan lalu di Hamburg.

Saat ini mengakses web tersebut dianggap tindakan kriminal, kata Menteri Dalam Negeri Thomas de Maizière.

Polisi telah menyita komputer dan beberapa senjata dalam penggerebekan terhadap alamat aktivis di wilayah Baden-Wuerttemberg barat daya.

Puluhan demonstran anti-kapitalis bentrok dengan polisi selama G20.

Dalam sebuah tweet, kementerian dalam negeri Jerman menggambarkan web tersebut sebagai “platform komunikasi utama di kalangan ekstrimis sayap kiri yang rentan terhadap kekerasan”.

Dikatakan bahwa situs tersebut digunakan untuk menukar tip tentang metode demonstrasi kekerasan dan menyebarkan “konten sayap kiri ekstrim anti-konstitusional”.

Dalam serangan polisi hari Jumat, pembawa acara ARD Jerman mengatakan, pisau, pentungan, pipa ketapel telah disita.

Pelarangan tersebut memaksa penyedia layanan internet (ISP) memblokir situs web tertentu, sehingga pengguna yang mencoba mengaksesnya melihat pesan error atau peringatan resmi.

Terkadang situs web mengambil tindakan mengelak dengan beralih ke server proxy di luar negeri atau dengan menggunakan alat privasi internet Tor.

Di Hamburg, hampir 200 petugas polisi terluka dalam bentrokan dengan pemrotes bertopeng pada awal Juli.

Di bawah slogan “Welcome to hell”, para pemrotes menjarah toko-toko, membakar mobil dan melemparkan batu dan bom bensin ke polisi, yang mencoba membubarkan mereka dengan meriam air.